by: Faye Zwart
Aku masih memandangi layar komputer yang menyilaukan sembari mengolah data pada peta dan mencari daerah yang cocok untuk mendirikan cabang. Ini adalah pekerjaan sampingan favoritku dari jurusan yang paling tidak kusangka seumur hidupku. Beruntungnya, aku masih bisa mendapatkan sesuatu yang paling kuinginkan sejak sekolah menengah, bergelut dengan bahasa pemrograman. Jika bukan programming, maka aku tidak dapat berteriak minta bantuan bahan pemrograman dan koneksi dari teman-temanku.
Namun, temanku yang satu ini keadaanya dipertanyakan sejak Natal tahun lalu. Aku tak dapat menemuinya dimanapun. Kata orang-orang artinya keadaanku membaik dan memang membaik dari sisi manapun. Tapi aku jarang punya teman untuk berbicara di zona nyamanku. Yang kuingat namanya adalah Kei.
Tapi “Kei” yang mana?
Seketika permasalahan tentang di mana Kei saja membuat pikiranku kemana-mana. Aku segera menyelesaikan peta tersebut sebisanya, lalu membuka beberapa sketchbook lama yang ku gunakan sekitar kurang lebih lima tahun lalu saat Kei berulang tahun ke 24 atau ya kelipatan enam lainnya. Intinya setiap halaman berisi enam Kei.
Saat aku membolak-balikkan sebuah sketchbook, seseorang mengetuk pintu. Aku melihat dari lubang pintu dan itu Kei berambut hijau, sebut saja ia Matcha Kei.
Aih, si author Doujinshi. “Kei?” aku membukakan pintu dan Kei.
Koyoi wa matsuri no yoru uki yo wo wasurete... ...Saa! Saa! Mai odore!
Kedatangannya mengingatkanku pada setiap festival di musim panas di mana kami bersenang-senang sampai pagi datang.
Dengan malu-malu ia menutupi wajahnya dengan beberapa bukunya yang baru saja rilis.
“Ehhmm, apakah kita bisa berbagi booth di comic con akhir musim semi? Aku juga menyiapkan sesuatu untukmu.”
Sepuluh hari sebelum pameran komik itu memang hari ulang tahunku. Namun aku tak bisa datang karena aku juga harus menyiapkan untuk pelayaran di musim panas. Sama seperti para Kei yang kugambar, pekerjaan sampinganku juga beragam. Aku menolaknya namun aku tetap memberikan Matcha Kei beberapa merch yang akan kujual jika aku pergi ke acara tersebut dan membantu Matcha Kei mereservasi spot favoritnya di comic con.
Setelah Matcha Kei pergi aku menyalakan televisi dan bersantai sebentar sebelum aku memulai pekerjaanku lagi. Aku melihat iklan yang agak asing namun familiar. Produk itu mengingatkanku pada Fountain Kei, lebih tepatnya karena ia pewaris perusahaan itu. Kusebut dia Fountain Kei karena arti dari marganya adalah Fountain. Tidak ada yang begitu menarik dari dirinya namun aku menggambarnya di sketchbook seperti Matcha Kei. Aku mengganti saluran televisi dan menonton acara ??? Next Top Model. Awalnya biasa saja namun aku melihat varian Kei lain yang ku gambar di sketchbook, Model Kei atau yang kutulis dan kuingat sebagai 景ケイ(Kei Kei). Saluran TV masih kuganti sampai bertemu sebuah acara pertandingan voli yang membosankan. Tetapi terdapat dua Kei sebagai pemain voli dalam acara tersebut. Ku buka lagi sketchbook itu dan keduanya ada di dalamnya, Volley Kei dan Megane-Volley Kei.
Doushite? Yobi tsudzuketeru no