By : Misae Amaya

                        Aku menunggu hari itu
                 tidak, aku sangatlah menunggu
             menantikan hari itu dengan sungguh
       memimpikan harapan yang kupegang selalu
       *(Wahai Ayah, bagaimana keadaanmu? Baik?)*
  Dengan kostum penyihir dan keranjang di tangan
    Berkeliling perumahan mencari-cari batu ajaib
       mengetuk pintu demi batu pemicu senyum
         Anakku, kau sungguhlah imut dan manis
           Bagaikan apel dari hati dan jantungku
            *(Aku membawakan banyak permen!)*
                Untuk satu hari ini, ku temani ia
                 dalam petualangan mungil dia
                  dalam mencari harta tersebut
                     Untuk melihat senyum itu

(Ayah, aku membawakan permen lagi, Aku sudah berjanji kan?) (Tahun depan, aku pasti akan bawa lebih banyak! Tunggu saja, ok?)